tentang waktu
Nb/ mohon dibaca sampai akhir……………………………………………….!!
TENTANG WAKTU
Bayangkan ada sebuah bank yang memberi anda pinjaman uang sejumlah Rp. 86.400,-setiap paginya. Semua uang itu harus anda gunakan. Pada malam hari, bank akan menghapus sisa uang yang tidak anda gunakan selama sehari. Coba tebak! Apa yang anda lakukan? Tentu saja menghabiskan semua uang pinjaman itu.
Setiap dari kita memiliki bank semacam itu, bernama ‘WAKTU’. Setiap pagi, ia akan memberi anda 86.400,- detik. Pada malam harinya ia akan menghapus sisa waktu yang tidak anda gunakan untuk tujuan baik. Karena ia tidak memberikan sisa waktunya untuk anda. Ia juag tidak memberikan waktu tambahan. Setiap hari ia akan membuka rekening baru unntuk anda. Setiap malam ia akan menghanguskan yang sisa. Jika anda tidak menggunakannya maka kerugian akan menimpa anda. Anda tidak bisa menariknya kembali. Juga, anda tidak bisa meminta “ uang muka “ untuk jatah keesokan harinya. Kita harus hidup dalam simpanan hari ini. Maka dari itu investasikanlah untuk kesehatan, kebahagian dan kesuksesan anda. Dan yang paling uatama adalah jangan lupa pada tuhan yang memberinya.
Begitu banyak kata- kata bijak yang sengaja dan mengutamakan pembicaaan tentang WAKTU. Alasanya adalah karena betapa pentingnya arti waktu bagi kehidupan kita. Pepatah arab mengatakan “ al- waktu kasshaif ”, waktu itu bagaikan pedang. Begitulah salah satunya, waktu bisa diibaratkan dengan pedang. Pedang yang tajam apabila tidak dipergunakan pada tujuan yang baik atau kita tidak tau dipergunakan untuk apa, bisa membunuh diri kita sendiri. Banyak orang bijak mengibaratkan waktu dengan hal semacam itu. Sehingga pada ajaran agama pun tidak ketinggalan membahas waktu. Hari ini lebih buruk dari hari kemaren jelas merugi. Hari ini sama dengan hari kemarin, juga masih merugi. Hari ini lebih baik dari hari kemarin, baru bisa dikategorikan pada kesuksesan dan beruntung. Itulah salah satu ajaran islam tentang waktu. Kita harus berusaha menjadikan hari ini lebih baik dari hari kemarin, dan menjadikan hari esok lebih baik dari hari ini, agar kita tidak merugi.
Jam terus berdetak, Matahari terus berputar, dan Waktu terus meninggalkan kita. Kita tidak bisa mengejar waktu walaupun hanya satu per seribu detik. Jika ia telah berlalu maka tak bisa diulang lagi.
Saudaraku!
Tak ada gunanya kita menyesali waktu yang sudah berlalu. Jadikanlah ia sebagai kenangan dan pelajaran. Marilah dari detik ini, dari menit ini dan dari hari ini kita bangkit bersama, mempergunakan dan menghargai waktu, agar tidk ada lagi penyesalan. Dan ingatlah! WAKTU tidak pernah menunggu siapa- siapa. Dia bagaikan air sungai yang selalu mengalir, air tidak pernah menunggu siapa- siapa untuk mengalir. Ia hanya mengalir pada alirannya. Walaupun hari ini ada- atau tidak ada-sesuatu makhluk yang mempegunakannya. Ia tetap akan mengalir sampai akhir waktu.
Saudaraku!
Renungkanlah
Sudah seberapa yang egkau dapat?
Renungkanlah
Sudah seberapa yang engkau sia-siakan?
Pikirkanlah apa yang engkau berikan pada hidupmu.
Sudahkah kamu masuk dalam kategori beruntung?
Dan sudahkah kita termasuk orang sukses yang selalu menghargi dan menggunakan waktu seefisien mungkin?
“Padanglah hari ini. Kemarin sudah menjadi mimpi. Dan esok hari hanyalah sebuah visi. Tetapi, hari ini sungguh nyata, menjadikan kemarin sebagai mimpi kebahagiaan, dan setiap hari esok sebagai visi harapan”.
(Alexander Pope)
Medan, 4 july 2010
By: Khoirul Saleh hrp
Diangkat dari artikel nn dengan perubahan dan penambahan seperlunya.
TENTANG WAKTU
Bayangkan ada sebuah bank yang memberi anda pinjaman uang sejumlah Rp. 86.400,-setiap paginya. Semua uang itu harus anda gunakan. Pada malam hari, bank akan menghapus sisa uang yang tidak anda gunakan selama sehari. Coba tebak! Apa yang anda lakukan? Tentu saja menghabiskan semua uang pinjaman itu.
Setiap dari kita memiliki bank semacam itu, bernama ‘WAKTU’. Setiap pagi, ia akan memberi anda 86.400,- detik. Pada malam harinya ia akan menghapus sisa waktu yang tidak anda gunakan untuk tujuan baik. Karena ia tidak memberikan sisa waktunya untuk anda. Ia juag tidak memberikan waktu tambahan. Setiap hari ia akan membuka rekening baru unntuk anda. Setiap malam ia akan menghanguskan yang sisa. Jika anda tidak menggunakannya maka kerugian akan menimpa anda. Anda tidak bisa menariknya kembali. Juga, anda tidak bisa meminta “ uang muka “ untuk jatah keesokan harinya. Kita harus hidup dalam simpanan hari ini. Maka dari itu investasikanlah untuk kesehatan, kebahagian dan kesuksesan anda. Dan yang paling uatama adalah jangan lupa pada tuhan yang memberinya.
Begitu banyak kata- kata bijak yang sengaja dan mengutamakan pembicaaan tentang WAKTU. Alasanya adalah karena betapa pentingnya arti waktu bagi kehidupan kita. Pepatah arab mengatakan “ al- waktu kasshaif ”, waktu itu bagaikan pedang. Begitulah salah satunya, waktu bisa diibaratkan dengan pedang. Pedang yang tajam apabila tidak dipergunakan pada tujuan yang baik atau kita tidak tau dipergunakan untuk apa, bisa membunuh diri kita sendiri. Banyak orang bijak mengibaratkan waktu dengan hal semacam itu. Sehingga pada ajaran agama pun tidak ketinggalan membahas waktu. Hari ini lebih buruk dari hari kemaren jelas merugi. Hari ini sama dengan hari kemarin, juga masih merugi. Hari ini lebih baik dari hari kemarin, baru bisa dikategorikan pada kesuksesan dan beruntung. Itulah salah satu ajaran islam tentang waktu. Kita harus berusaha menjadikan hari ini lebih baik dari hari kemarin, dan menjadikan hari esok lebih baik dari hari ini, agar kita tidak merugi.
Jam terus berdetak, Matahari terus berputar, dan Waktu terus meninggalkan kita. Kita tidak bisa mengejar waktu walaupun hanya satu per seribu detik. Jika ia telah berlalu maka tak bisa diulang lagi.
Saudaraku!
Tak ada gunanya kita menyesali waktu yang sudah berlalu. Jadikanlah ia sebagai kenangan dan pelajaran. Marilah dari detik ini, dari menit ini dan dari hari ini kita bangkit bersama, mempergunakan dan menghargai waktu, agar tidk ada lagi penyesalan. Dan ingatlah! WAKTU tidak pernah menunggu siapa- siapa. Dia bagaikan air sungai yang selalu mengalir, air tidak pernah menunggu siapa- siapa untuk mengalir. Ia hanya mengalir pada alirannya. Walaupun hari ini ada- atau tidak ada-sesuatu makhluk yang mempegunakannya. Ia tetap akan mengalir sampai akhir waktu.
Saudaraku!
Renungkanlah
Sudah seberapa yang egkau dapat?
Renungkanlah
Sudah seberapa yang engkau sia-siakan?
Pikirkanlah apa yang engkau berikan pada hidupmu.
Sudahkah kamu masuk dalam kategori beruntung?
Dan sudahkah kita termasuk orang sukses yang selalu menghargi dan menggunakan waktu seefisien mungkin?
“Padanglah hari ini. Kemarin sudah menjadi mimpi. Dan esok hari hanyalah sebuah visi. Tetapi, hari ini sungguh nyata, menjadikan kemarin sebagai mimpi kebahagiaan, dan setiap hari esok sebagai visi harapan”.
(Alexander Pope)
Medan, 4 july 2010
By: Khoirul Saleh hrp
Diangkat dari artikel nn dengan perubahan dan penambahan seperlunya.
warna tulisannya kurang ng-cash brooo...... hehhee...
ReplyDeleteoke lah...
ReplyDeleteakan kita perbaiki
mantap.. lanjutkan bro link ke blogmu udah kutarok di blogku
ReplyDelete